Menelusuri Makna Sorong Serah Aji Krama
Perkawinan merupakan hal yang
diinginkan oleh semua orang, karena dalam perkawinan sendiri menyatukan dua
insan yaitu laki-laki dan permpuan yang harus saling mencintai Sebagai tradisi yang
penting dalam setiap kehidupan individu maupun masyarakat,tradisi merarik (pernikahan)
mengandung simbol-simbol, nilai,maupun norma yang menaunginya dalam tradisi merarik
tersebut.Masyarakat juga mematuhi nilai dan norma yang terkandung dalam rangkaian
merarik (pernikahan), bahkan aturan itu berkembang dimasyarakat secara turun-temurun
yang berfungsi untuk melestarikan ketertiban sosial. Keputusan setiap
masyarakat untuk melaksanakan aturan dalam ritual-ritual itu akan berimplikasi
pada rasa senang dan khawatir terhadap sanksi yang bersifat sakral maupun
sanksi sosial. Dengan demikian, ritual dapat berfungsi sebagai bentuk pranata sosial
yang mengatur sikap maupun tingkah laku masyarakat agar tidak menyimpang dari
adat-adatdan kebiasaan. Sehingga simbol ini mengungkapkan perilaku dan perasaan,
serta membentuk disposisi pribadi dari pelaku mengikuti modelnya masing-masing.
Pada prinsipnya, perubahan kebudayaan dalam masyarakat merupakan kodrat dari
setiap kebudayaan yang ada di muka bumi ini. Karena pada hakekatnya tidak ada kebudayaan
yang tetap statis, cepat atau lambat pasti mengalami perubahan dalam
perkembangannya baik disebabkan oleh faktor dari luar maupun dari dalam
masyarakatnya itu sendiri
. Puncak acara dari serangkaian prosesi acara adat
perkawinan pada masyarakat suku sasak adalah upacara adat sorong serah aji
kerama. Pelaksanaan acara sorong serah aji kerama ini telah disepakati pada
saat pembicaraan bait bait janji. Sorong serah aji kerama berasal dari kata
sorong serah dan aji kerama. Sorong serah merupakan kata majemuk yang berarti
serah terima, sedangkan aji kerama terdiri atas kata aji yang berarti nilai dan
krama yang berarti adat atau kebiasaan masyrakat. Jadi, dapat dibatasi pengertian
sorong serah aji krama sebagai bentuk acara serah terima nilai adat yang telah
dibiasakan.
Sorong Artinya : Mendorong, yang
didorong tentu barang yang berat, dari segi nilai didorong untuk diserahkan. Jadi
Sorong Serah artinya : Serah Terima. Yang diserah terima kan adalah nilai atau
harga, yang telah dibiaskan (ditetapkan) oleh Krama adalah sekumpulan orang
ahli agama, ahli adat, dan para tokoh lainnya yang telah dapat menetapkan
tentang nilai dalam Sorong Serah Aji Krama ini. Yang disorong serahkan ini
merupakan lambang yang diwujudkan dalam bentuk benda yang terdiri dari :
Sesirah, Pudak Arum, Salin Dede, Ceraken, Olen, Nampak lemah, Pemegat,
Pencanangan/Penjambeqan, Rombong. Jadi kesemuanya ini merupakan lambang saja,
tapi artinya yang terkandung didalamnya adalah : Serah terima tanggung jawab
dari orang tua penganten wanita kepada penganten laki untuk bertanggung jawab
kepada istrinya dari dunia sampai akhirat kelak.
Disamping
melalui beberapa bentuk pengungkapan di atas, nilai-nilai sosial dalam upacara
adat sorong serah aji krama ini diungkapkan pula melalui
penggambaran-penggambaran. Penggambaran-penggambaran ini diharapkan dapat
dipahami sebagai suatu bentuk pelajaran bagi masyarakat. Bagi nenek moyang suku
sasak, pengungkapkan nilai-nilai pilosofis dengan penggambaran-penggambaran
melalui media, merupakan salah satu alternatif yang digunakan dengan
pengungkapan makna yang tersirat di dalam penggambaran tersebut.
Upacara sorong serah ini merupakan salah
satu rangkaian upacara terpenting pada prosesi perkawinan adat Sasak Lombok.
Adapun prosesi perkawinan Runutan adalah sebagai berikut:
1. Mesejati
Mengandung arti bahwa dari pihak laki-laki mengutus beberapa
orang tokoh masyarakat setempat atau tokoh adat untuk melaporkan kepada kepala
desa atau keliang/kepala dusun untuk mempermaklumkan mengenai perkawinan
tersebut tentang jati diri calon pengantin laki-laki dan selanjutnya melaporkan
kepada pihak keluarga perempuan.
2. Selabar
Mengandung maksud untuk memper maklumkan kepada pihak
keluarga calon pengantin perempuan yang ditindaklanjuti dengan pembicaraan adat
istiadatnya meliputi aji kerama yang terdiri dari nilai-nilai 33-66-100 dengan
dasar penilaian uang kepeng bolong atau kepeng jamaq, bahkan kadang-kadang
acara selabar ini dirangkaikan dengan permintaan wali sekaligus.
3. Mengambil Wali
Yang dimaksud dengan mengambil wali adalah mengambil wali dari
pihak perempuan bisa langsung pada saat selabar atau beberapa hari setelah
pelaksanaan selabar dan hal ini tergantung dari kesepakatan dua belah pihak
(kapisuka)
4. Mengambil Janji
Dalam pelaksanaan mengambil janji ini adalah membicarakan
seputar sorong serah dan aji kerama sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di
dalam desa atau kampung asal calon mempelai perempuan.
5. Sorong Serah
Roh atau Inti dari pelaksanaan proses adat merariq ini adalah
Sorong Serah Aji Krame, prosesi ini merupakan pengumuman resmi secara adat
bahwa perkawinan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang disertai dengan
penyerahan peralatan mempelai pihak laki-laki atau yang dikenal dengan
piranti-piranti simbul adat. Sebab biasanya jika Prosesi ini tidak dilaksanakn
maka kedepannya akan timbul pertanyaan sehingga timbul permasalahan baru secara
intern
6. Nyongkolan
Dalam pelaksanaan nyongkolan keluarga pihak laki-laki
disertai oleh kedua mempelai mengunjungi pihak keluarga perempuan yang diiringi
oleh kerabat dan handai taulan dengan mempergunakan pakaian adat diiringi
gamelan bahkan gendang beleq.
Adab dari Nyongkolan akan disaya tampilkan dperiode
berikutnya.
7. Bales Ones Nae (Napak Tilas)
Merupakan salah satu tradisi untuk berkunjung ke rumah orang
tua perempuan
secara khusus bersama kedua orang tua pihak laki-laki.
Serong Serah Aji Karma dilakukan
setelah beberapa proses, yang pertama melewati proses mbait janji atau
mengambil janji artinya pihak dari keluarga laki-laki mendatangi pihak dari
keluarga wanita dan mengutarakan niat kepada keluarga wanita untuk menikahi.
Setelah itu ada proses nyebar atau permusyawarahan antara kedua keluarga
laki-laki dan perempuan untuk membicarakan pesuke atau permintaan dan pemberian
dari kedua belah pihak agar seimbang, dan barulah erjadi serong serah aji
karma. Nyongkolang adalah datang silaturrahmi kepada orang dan segenap keluarga
penganten wanita diiring oleh Seluruh keluarga penganten laki-laki, jiran dan
tetangganya, warga masyarakat, sahabat handai tolan, undangan diiringi kesenian.
Dengan diadakannya arak-arakan seperti ini adalah merupakan suatu proklamasi
tentang perkawinannya. Sehingga dengan demikian penganten wanita tidak akan
diganggu atau digoda lelaki lain. Begitu pula penganten laki tidak akan digoda
oleh wanita wanita lain, karena perkawinannya sudah diketahui oleh masyarakat
banyak. Kalau kedua penganten wanita dan laki ini berjalan berdua-dua tidak
lagi dibicarakan oleh masyarakat. Bales lampak atau napak tilas Bales lampak
artinya melewati kembali jalan yang sudah dilalui ketika melaksanakan nyongkol.
Artinya silaturrahmi jangan hanya sekali saja, tapi diulang berkali-kali untuk
menjalani hubungan antara seluruh keluarga. Bales Lampak adalah acara yang
sangat penting bagi keluarga penganten laki, wanita sebab pada saat bales
lampak ini diadakan ramah tamah antara keluarga, sehingga antara satu dengan
lainnya saling kenal mengenal menjalin kekeluargaan untuk saling senasip dan sepenanggungan
susah senang senantiasa semakin berada dalam kebersatuan yang kokoh, berpegang
teguh pada asas musyawarah mufakat.
semoga bermanfaat untuk senantiasa menambah wawasan pengetahuan kita tentang khazanah budaya suku sasak yang ada di pulau seribu masjid ini.



Terimakasi infonya sangat bermanfaat.
BalasHapusMemang bumi sasak kayak akan budaya.
Informasi yg bagus sekli, menambah wawasan dan pengetahuan tentang sorong serah.
BalasHapusTulisan yg bermanfaat untk menambah wawasan ttg budaya sendiri...
BalasHapusProstitusi.
BalasHapusSorong serah aji kerame harus tetap di lestarikan
BalasHapusSorong serah aji kerame harus tetap di lestarikan
BalasHapusTetap lestarikan budaya Sasak😊
BalasHapusInformasinya bermanfaat sekali...menambah wawasan para pembaca.
mari kita sebagai generasi muda melestarikan kebudayaan yang kita miliki,,,
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusPostingan nya sangat menambah wawasan trimakasih
BalasHapusProses ini berlangsung berapa hari?
BalasHapusLuar biasa
BalasHapusLuar biasa
BalasHapus